Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil

Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil - Sistem pendingin (Cooling system) merupakan salah satu sistem yang terdapat di dalam kendaraan dan memiliki fungsi yang langsung terintegrasi dengan mesin (engine). Sesuai dengan namanya sistem pendingin mengindikasikan bahwa fungsi utamanya adalah untuk "menurunkan suhu mesin".

Apa yang didinginkan oleh sistem pendingin ini? ya jawabannya adalah kendaraan, lebih tepatnya pada bagian mesin kendaraan. Lalu mengapa kendaraan perlu didinginkan? dan bagaimana cara kerja dari sistem pendingin ini untuk bisa mendinginkan kendaraan? di artikel ini akan dibahas setidaknya untuk menjawab dua pertanyaan diatas.

Hal pertama yang perlu kalian ketahui dan kita sepakati bersama adalah bahwa kendaraan-yang biasa kita gunakan tentunya bisa bergerak. karena pergerakan ini kendaraan bisa mengalami perubahan posisi, melakukan deselerasi ataupun akselerasi. Kenapa kendaraan bisa bergerak, mungkin jawaban singkatnya karena tiap-tiap dari kendaraan itu memiliki penggerak atau yang biasa disebut dengan engine (motor).

Kendaraan bisa bergerak karena memiliki penggerak

Tahukah kalian pengerak yang paling populer digunakan oleh banyak ATPM baik kendaraan roda 2 maupun roda 4 sejauh ini adalah "motor bakar". Mungkin kalian penasaran apa itu motor bakar? 

Jadi kalau kalian pake kendaraan kemudian bensinnya habis otomatis kendaraan tidak bisa hidup. Kenapa demikian? karena kendaraan yang kamu punya merupakan jenis motor bakar, dimana tenaga yang dihasilkan diperoleh melalui proses pembakaran dari bahan bakar dengan berbagai varian maupun jenisnya. Kalo gaada bensin ya mesin tidak akan menghasilkan tenaga, alhasil tidak akan terjadi proses pembakaran dan mobilnya tidak akan hidup.

Dari jenis motor bakar ini kendaraan yang kita pakai sehari hari adalah termasuk dalam internal combustion engine (motor pembakaran dalam). Dimana proses pembakarannya terjadi di dalam mesin dan hasil dari pembakaran langsung digunakan untuk menggerakan kendaraan tanpa dipindahkan melalui media tertentu.

Dalam konteks ini, kita mengetahui bahwa tenaga pada kendaraan berasal dari hasil ledakan gas yang dikompresi dan kemudian dibakar dengan cepat. Dimana gas hasil pembakaran ini kemudian medorong piston dengan sangat cepat dari Titik Mati Atas ke Titik Mati Bawah (TMA ke TMB). Gerak translasi piston tersebut kemudian ditransformasi menjadi gerak rotasi pada crankshaft dan putaran ini selanjutnya akan dipindahkan ke mekanisme power train/sistem pemindah tenaga (flywheel,kopling, transmisi, propeler shaft, diferensial, axel shaft, kemudian ke roda).

Dari sini kita dapet poin pentingnya, bahwa kendaraan bisa bergerak karena menggunakan motor/engine dan engine yang paling populer dipakai sejak era revolusi industri sampai sekarang adalah motor bakar dengan jenis motor pembakaran dalam.

Pembakaran tentu akan menghasilkan panas dan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran inilah yang berusaha dijaga oleh sistem pendingin agar tidak melewati batas/panas critical bagi mesin untuk berfungsi dengan optimal.

Untuk bisa membuat kendaraan bergerak dibutuhkan bahan bakar. Bahan bakar terbentuk dari hidrokarbon yang menyimpan sejumlah energi kimia. Melalui siklus kerja engine kemudian energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar tersebut terkonversi menjadi energi panas melalui proses pembakaran. Dengan mekanisme tertentu energi panas ini diubah lagi menjadi energi mekanik oleh mekanisme piston dan poros engkol.

Sekitar 30% energi panas dari pembakaran akan hilang oleh sistem pendingin. Hal ini bertujuan untuk menjaga kendaraan agar terhindar dari overheat. 

Fungsi Sistem Pendingin (Cooling System)

Menjaga agar suhu (temperatur) kerja mesin tetap berada pada suhu kerjanya, yaitu di 80 - 90 derajat Celcius.

Sistem pendingin terdiri dari dua jenis, yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. Seperti namanya, sistem pendingin udara adalah sistem pendingin yang menggunakan udara untuk menurunkan suhu mesin. Sistem pendingin air, di sisi lain, memanfaatkan sirkulasi air ke dalam mesin untuk mentransfer panas dari mesin ke air, kemudian panas tersebut didispersikan ke udara melalui radiator.

Berikut adalah cara kerja sistem pendingin air yang merupakan jenis sistem pendingin yang paling banyak dipakai pada mobil.

Cara Kerja Sistem Pendingin Air

1. Saat mesin belum mencapai suhu kerja (dalam kondisi dingin), cara kerjanya adalah sebagai berikut:

Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil

Nama Komponen Pada Ilustrasi:

  1. Thermostat
  2. Saluran By Pass
  3. Radiator
  4. Water pump

Saluran by pass yang ada pada thermostat terbuka sehingga alirannya:

Rangkaian jalur yang dilalui oleh cairan pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Blok mesin - saluran bypass - water pump - kembali ke blok mesin 

2. Cara Kerja Ketika Engine Sudah Mencapai Suhu Kerja (Saat Suhu Panas)

Saluran by pass yang ada pada thermostat  tertutup dan termostatnya terbuka sehingga alirannya: 

Rangkaian jalur cairan pendingin pada mesin adalah sebagai berikut: Blok mesin - radiator - water pump - kembali ke blok mesin (tanpa melalui jalur bypass) 

Sekian pembahasan mengenai Cara Kerja Sistem Pendingin. Cari tau seputar dunia teknik, otomotif dan sains di belajarsesuatu.id